Pumakkal Gandeng SMAN1 Seba Sulap TPA menjadi Tempat Pengolahan Pupuk Organik

Tim Pumakkal dari Program Pascasarjana (PPs) Universitas Muhammadiyah Metro turut aktif menjadi narsumber dalam kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang bertemakan "Gaya Hidup Berkelanjutan melalui Pengelolaan Sampah" bersama 300 siswa kelas X (sepuluh) dan Guru-guru SMAN1 Seputih Banyak (29/9).
Tim pimpinan dari Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah (UM) Metro yang terdiri atas Direktur, Dr. Agus Sutanto, M.Si., Dr. Hening Widowati, M.Si., Zaini Abrori, S.Pd (Tim penelitian Payung), dan Halif Lazuarsyah, telah mengadakan kunjungan bersilaturahim dengan Kepala Sekolah, I Made Sulatra, M.Pd., di SMA Negeri 1 Seba. Selain itu, mereka juga memberikan hadiah kenang-kenangan dari UM Metro dan produk-produk dari PT. Pumahitari, seperti buku dan produk Pumakkal. Kedatangan tim ini disambut dengan antusias oleh para guru dan siswa di aula sekolah.
Dr. Agus Sutanto kemudian menyampaikan pentingnya individu bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah pribadinya. Menurutnya, slogan "Sampahku-tanggung jawabku" sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan mengatur dan memanfaatkan sampah/limbah secara efektif. Salah satu cara untuk mengurangi sampah adalah dengan memulainya dari diri sendiri, rumah, sekolah, dan tempat kerja. Memilih makanan secukupnya dan menghabiskannya adalah salah satu bentuk tanggung jawab dalam hal ini," kata Agus.
Agus juga menegaskan bahwa semua agama mengajarkan agar tidak melakukan pemborosan. Menurutnya, makanan seperti nasi, sayur, dan lauk-pauk yang kita konsumsi melibatkan banyak pihak sebelum kita bisa makan. Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos atau pupuk cair. Teknik pembuatan kompos seperti teknik takakura, kompos karung, dan biopori, serta penampungan limbah cair dalam botol dengan tambahan gula atau molase sebagai nutrisi bakteri, serta menggunakan starter seperti Pumakkal, dapat mempercepat proses penguraian limbah.
Dr. Hening juga menyampaikan bahwa banyak sampah yang dapat didaur ulang, terutama sampah anorganik seperti plastik, styrofoam, dan kaleng. Selain mendaur ulang, sampah ini dapat dipilah. Sebagai contoh, botol air kemasan dapat dipilah menjadi tutup, label, dan botolnya. Botol tersebut dapat diisi dengan berbagai jenis limbah plastik. Jika botol sudah penuh, botol tersebut dapat diremas/dipuntir agar tidak ada celah atau rongga. Jika sampah anorganik yang telah terpisah jenisnya dikumpulkan, ini dapat menghemat ruang penyimpanan.
Sebagai tindak lanjut, beberapa siswa menyatakan kesediaan mereka untuk mengubah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di sekolah menjadi bersih dengan membuat lubang sampah dan menggunakan sampah organik. Mereka bahkan berencana untuk mengubah lahan yang ada menjadi kebun sayuran. Siswa di SMA Negeri Seba berharap agar TPA dapat menjadi tempat yang nyaman untuk belajar dan bersantai.
Selain itu, sekolah juga mengadakan lomba pengumpulan sampah anorganik yang sudah dipilah agar menjadi kebiasaan. Inisiatif ini mendapat respon positif dari sekolah. Para guru akan memberikan pendampingan selama dua bulan di setiap kelas untuk menghasilkan pupuk kompos atau pupuk cair, dan kegiatan ini akan dihargai sebagai kegiatan workshop yang setara dengan 32 JP oleh PPs UM Metro.