Paten Ke-4 UM Metro Resmi Granted: Inovasi Bakteri PUMAKKAL untuk Pupuk Organik Berkelanjutan


Metro, 10 Juli 2025 — Universitas Muhammadiyah (UM) Metro kembali menorehkan prestasi di bidang riset dan inovasi. Paten sederhana berjudul “Komposisi Starter Konsorsia Bakteri Indigen (PUMAKKAL) untuk Pupuk Organik” resmi diberikan status granted oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), menandai pencapaian penting sebagai paten keempat yang dimiliki UM Metro.

Paten ini dipimpin oleh Dr. Agus Sutanto, M.Si., bersama tim multidisiplin yang terdiri dari delapan peneliti lintas bidang. Mereka mengembangkan teknologi berbasis konsorsium bakteri lokal (indigen) yang mampu mengurai berbagai jenis limbah organik menjadi pupuk berkualitas tinggi untuk pertanian berkelanjutan.

“PUMAKKAL adalah formulasi inovatif yang kami rancang dari bakteri lokal dalam limbah nanas, sawit, dan bahan organik lainnya. Inovasi ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga meningkatkan produktivitas pertanian,” ujar Dr. Agus.

Paten ini terdaftar dengan nomor IDS000010809, diterima pada 5 Desember 2024 dan disahkan sebagai granted pada 10 Juli 2025, dengan masa perlindungan hingga 5 Desember 2034. UM Metro tercatat sebagai pemegang hak paten penuh atas invensi ini.

Selain Dr. Agus, tim inventor terdiri dari:

  • Dr. Hening Widowati, M.Si.

  • Rasuane Noor, M.Si.

  • Dr. Achyani, M.Si.

  • Dr. Handoko Santoso, M.Pd.

  • Suharno Zen, M.Sc.

  • Dr. Nedi Hendri, M.Si., Ak. CA., CPA

  • Fenny Thresia, M.Pd.

PUMAKKAL merupakan jawaban atas tantangan dalam pengelolaan limbah dan degradasi tanah, khususnya di sektor pertanian. Dengan mengombinasikan sains mikrobiologi, teknologi lingkungan, dan prinsip ekonomi sirkular, invensi ini dinilai memiliki dampak nyata pada produktivitas pertanian dan keberlanjutan ekosistem.

Rektor UM Metro melalui pernyataan resmi menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim peneliti.

“Inovasi ini membuktikan bahwa riset perguruan tinggi mampu memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat dan lingkungan. Semoga paten ini menjadi pemantik lahirnya inovasi-inovasi lain dari kampus kita,” ungkapnya.

UM Metro kini terus mendorong semangat riset, hilirisasi teknologi, dan perlindungan kekayaan intelektual sebagai bagian dari misi universitas dalam penguatan Tridharma dan kontribusi nasional dalam bidang sains dan teknologi.