Inovasi Terbaru Pumakkal: "Tahu Mau Maju" Mendorong Kemajuan Kelompok Tani Hijau Daun Karang Rejo!

Tiga Dosen UM Metro Hadirkan Inovasi "Tahu Mau Maju" untuk Meningkatkan Pemberdayaan Kelompok Tani Hijau Daun Karang Rejo. Tiga dosen yang tergabung dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah (UM) Metro, Lampung, telah meluncurkan inovasi yang bertajuk "Tahu Mau Maju" untuk memberikan dorongan dalam pengembangan dan pemberdayaan Kelompok Tani Hijau Daun Karang Rejo di Metro Utara, Lampung.

Dr. Agus Sutanto, M.Si., Dr. Hening Widowati, M.Si., dan Nani Septiana, S.E., M.M., adalah tiga dosen yang bertanggung jawab dalam mengembangkan inovasi ini, yang mencakup seluruh aspek mulai dari teknik budidaya sayuran hingga strategi pemasaran, termasuk pengolahan tanah dan pemupukan.

Dr. Agus Sutanto, M.Si., mengungkapkan, "Kenaikan harga pupuk kimia dan penurunan harga sayuran di tingkat petani akibat pandemi COVID-19 membuat kami merancang inovasi 'Tahu Mau Maju' untuk Kelompok Tani Hijau Daun Karang Rejo di Metro Utara, Lampung. Inovasi ini mencakup teknik budidaya sayuran hingga strategi pemasaran, serta penggunaan pupuk organik cair Pumakkal yang merupakan produk PT Pumahitari Universitas Muhammadiyah Metro."

Dalam inovasi ini, mereka menggunakan pendekatan yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan dan meminimalisir penggunaan bahan kimia. Mereka mengembangkan konsep penanaman tanaman penjebak untuk mengendalikan hama dan penyakit, serta memelihara predator alami di kebun sebagai upaya pengendalian populasi wereng dan hama serangga lainnya. Selain itu, mereka juga mengolah bahan-bahan alami menjadi biopestisida untuk menekan pertumbuhan semut dan penyakit yang disebabkan oleh jamur.

"Selama ini, proses pencucian sayuran menggunakan air kolam yang berpotensi tidak bersih, dan uji laboratorium menunjukkan adanya kandungan E. Coli yang belum memenuhi standar kebersihan. Oleh karena itu, kami mengimplementasikan penggunaan bak air mengalir untuk memastikan kebersihan dan kehigienisan sayuran. Selain itu, kami juga menggunakan kemasan ramah lingkungan dan label standar untuk menjaga kualitas dan daya tarik produk sayuran," tambah Dr. Agus Sutanto, M.Si.

Salah satu produk unggulan yang dihasilkan dari inovasi ini adalah Hida Ice Cream, es krim yang terbuat dari bahan-bahan sayuran organik seperti selada, pakcoi, kedelai sebagai pengganti susu, dan bayam merah sebagai pewarna alami. Produk ini memiliki keunggulan gizi dan kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan es krim konvensional.

Kelompok Tani Hijau Daun Karang Rejo juga menghadapi tantangan dalam pemasaran produk mereka. Untuk itu, mereka berkolaborasi dengan praktisi dan pakar penjualan online dari Universitas Muhammadiyah Metro, Jati Imantoro, yang akan membimbing mereka dalam memasarkan produk sayuran secara online.

"Melalui pemaparan tentang penjualan online selama pandemi, kelompok tani semakin yakin bahwa penjualan tidak harus dilakukan secara langsung. Bahkan, mereka kagum dengan fakta bahwa komoditas yang sebelumnya dianggap tidak laku bahkan dibuang di desa, dapat ditawarkan secara online seperti biji jati, biji randu, ubi senthe, gadung, uwi, gembili, garut, dan lainnya," jelas Jati Imantoro.

Sarjono, Ketua Kelompok Tani Hijau Daun, menyambut dengan antusias pengembangan bisnis sayuran secara online. "Melalui website resmi kelompok tani https://hijaudaun.berdu.pw/, kami semakin termotivasi untuk meningkatkan budidaya dan memasarkan produk sayuran kami. Pasca pandemi, kami ingin tetap inovatif dan berkembang," ungkapnya.

Inovasi "Tahu Mau Maju" yang dilakukan oleh tiga dosen UM Metro ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pemberdayaan Kelompok Tani Hijau Daun Karang Rejo dan menghasilkan produk sayuran yang berkualitas, sehat, dan ramah lingkungan.